POTENSI DAN MASALAH

 

 

  1. Pengelompokan dan Penentuan Peringkat Masalah

 

  1. Pengelompokan masalah dan potensi

Dari berbagai metode tersebut, maka didapatkan berbagai potensi dan permasalahan yang ada di Kalurahan Donokerto sebagai berikut :

 

  1. Bidang Pendidikan

Pendidikan merupakan simbol dari Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dapat dikatakan bahwa orang yang berpendidikan merupakan SDM yang berkualitas. Saat ini kondisi pendidikan di Indonesia masih memprihatinkan, terutama menyangkut masalah biaya sekolah. Sehingga dilema pendidikan sering dialami oleh penduduk tingkat bawah. Selain karena faktor biaya, masih banyak juga masyarakat yang beranggapan bahwa pendidikan sampai pada tingkat atas bukan merupakan hal yang penting, sehingga banyak orang yang memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Hal ini kemudian memunculkan permasalahan pengangguran, karena sebenarnya mereka merupakan usia produktif. Banyak dari mereka yang hanya bekerja seadanya, banyak diantaranya hanya menjadi buruh lepas. Masalah pendidikan yang rendah ini juga berpengaruh terhadap jiwa kewirausahaan. Semakin minim pendidikan seseorang, maka biasanya jiwa kewirausahaannya juga semakin rendah, sehingga sangat sulit untuk membangun perekonomian.

Bidang pendidikan merupakan bagian dari RPJMDes karena pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam pembangunan. Oleh karena itu, dalam penyusunan perencanaan pembangunan, perlu memperhatikan berbagai persoalan mengenai aspek pendidikan. Secara makro, kondisi pendidikan masyarakat di Kalurahan Donokerto sudah cukup baik. Namun dari hasil penelitian dilapangan secara mikro bidang pendidikan di Kalurahan Donokerto masih mempunyai banyak masalah. Sebagian besar masalah yang ada adalah mengenai beratnya biaya pendididkan karena tingkat perekonomian masyarakat yang lemah.

Dari berbagai masalah yang ada, dapat dilihat pula berbagai potensi ataupun peluang yang diperkirakan dapat mengatasi masalah yang terjadi. Salah satunya adalah adanya bantuan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) Retripel( Penanggulangan putus sekolah), GNOTA ( gerakan orang tua asuh ) dan bea siswa yang berasal dari APBD I maupun APBD II , dll, Semuanya tadi yang diharapkan mampu mengurangi tingkat putus sekolah bagi penduduk miskin. Untuk lebih jelasnya mengenai masalah pendidikan di Kalurahan  Donokerto, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

 

Potensi dan Permasalahan

Bidang Pendidikan

 

No

Masalah

Potensi

Lokasi

1

Kurang biaya untuk kuliah/ meneruskan ke perguruan tinggi akibatnya hampir seluruh warga masyarakatnya berhenti di SMA yang mengakibatkan:

Tidak adanya keahlian khusus

Sulit mendapat pekerjaan

Kurang efektifnya masa pendidikan karena mata pencaharian setelah mereka lulus SMA hanya sebagai petani dan buruh

Minat unuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi cukup besar

Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait

Bantuan dana dari donator

Kalurahan Donokerto

2

Biaya sekolah cukup tinggi, walaupun sudah ada BOS tetapi biaya-biaya pembangunan sekolahan kadang masih ada yang dibebankan kepada siswa/Wali murid, apalagi kemampuan masyarakat yang masih tergolong dalam tingkat ekonomi yang rendah

Partisipasi  dan minat masyarakat yang cukup tinggi dan lagi kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan tinggi

Jarak sekolah dengan dusun dekat, transportasi mudah

 

Kalurahan Donokerto

3

Dengan adanya pandemi Covid 19, ternyata penting sekali adanya jaringan Internet yang memadai guna menunjang di sektor pendidikan

Proses belajar mengajar dilakukan dengan cara darring dan para remaja pelajar sudah memiliki gadget / Hand phone untuk mengakses sarana pendidikan

Kalurahan Donokerto

4

Penyalah gunaan gadget/HP di lingkungan remaja yang masih sekolah, karena dengan kemajuan teknologi bisa mengakses banyak sektor dari Gadget tersebut dan juga dengan adanya fasilitas game tersebut anak remaja yang masih sekolah jam belajarnya berkurang

Masyarakat bisa memanfaatkan gadget/HP untuk mengakses sektor pendidikan remaja yang masih sekolah dalam proses belajar mengajar.

Kalurahan Donokerto

 

  1. Bidang Kesehatan dan Lingkungan

Kesehatan dan lingkungan merupakan dua hal yang sangat terkait erat. Sehingga dapat dikatakan bahwa kondisi lingkungan yang sehat, kondusif dan nyaman akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat yang ada di dalamnya. Semakin baik kesehatan dan kualitas lingkungan suatu masyarakat maka akan berpengaruh baik juga terhadap kualitas SDM yang ada di dalamnya. Untuk itu penyusunan perencanaan pembangunan perlu memperhatikan berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan masyarakat di dalamnya.

Secara makro, kondisi kesehatan dan lingkungan di Kalurahan Donokerto sudah cukup baik. Dari hasil identifikasi di lapangan, masalah kesehatan dan lingkungan yang masih banyak dirasakan oleh masyarakat adalah masalah MCK (Mandi Cuci Kakus) dan SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah). Dalam masyarakat masih dijumpai beberapa keluarga yang belum mempunyai sarana MCK maupun SPAL. Untuk itu, dalam RPJMDes ini akan dibahas mengenai berbagai masalah dan potensi dari bidang kesehatan dan lingkungan secara lebih rinci dijelaskan dalam tabel di bawah ini :

 

No

Masalah

Potensi

Lokasi

1

Beberapa rumah belum memiliki tempat pembuangan dan peresapan limbah + sampah, sehingga membuangnya di sungai (masyarakat kurang sadar lingkungan)

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan dan Pemerintah Daerah yang sudah tersalur dengan baik.

Adanya sumber daya alam batu dan pasir untuk pembangunan saluran pembuangan limbah

Program Penyuluhan dari petugas kesehatan tentang pentingnya saluran limbah yang mandiri di setiap rumah.

 

Kalurahan Donokerto

2

Minimnya kesadaran masyarakat akan lingkungan yang sehat

Adanya penyuluhan dari kader-kader PKK dan Posyandu

Kalurahan Donokerto

3

Biaya kesehatan mahal karena belum semua warga tidak mampu memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah

 

Tersedianya Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan.

Adanya posyandu dan posyandu lansia yang juga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kalurahan Donokerto

 

 

Potensi dan Permasalahan

Bidang Kesehatan dan Lingkungan

 

  1. Bidang Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana merupakan aspek penting dalam suatu wilayah. Kelengkapan sarana dan prasarana dapat menjadi faktor pendorong majunya suatu wilayah. Oleh karena itu sarana dan prasarana sangat penting untuk menjadi perhatian. Permasalahan di bidang sarana prasarana Kalurahan Donokerto yang utama yaitu belum memiliki kantor untuk pelayanan dan kelembagaan yang layak untuk pelayanan masyarakat, fasilitas jalan dan draenase yang belum baik karena merupakan denyut nadi utama transportasi meliputi perkerasan serta masih banyak jalan yang perlu di rehabilitasi akibat kerusakan seperti lubang-lubang di jalan. Tentunya permasalahan jalan yang rusak sudah seharusnya menjadi perhatian. Jalan sebagai sendi utama dalam segala hal terutama dalam memperlancar pergerakan barang, jasa dan orang sehingga nantinya mampu untuk menggerakkan perekonomian Kalurahan.

Jika melihat kondisi di lapangan banyak terlihat jalan yang berlubang serta jalan yang masih berupa tanah dan ada juga yang sudah berupa tatanan dasar batu atas inisiatif dan swadaya masyarakat karena mengingat pentingnya sarana infrastruktur. Hal ini membawa konsekuensi pada saat musim kemarau jalanan berdebu dan mengganggu aktivitas warga yang akan melewati jalan tersebut.. Selain itu pula dimungkinkan jika musim penghujan datang, maka kondisi jalan akan tergenang air dan sulit untuk dilewati kendaraan bermotor. Tentunya hal ini secara tidak langsung menghambat perekonomian Kalurahan.  Sebenarnya jika melihat potensi yang ada, di Kalurahan Donokerto tersedia banyak potensi untuk memecahkan permasalahan tersebut diantaranya adalah tersedianya material pasir dan kerikil, swadaya masyarakat cukup besar dan bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik. Adanya potensi yang sangat mendukung ini, tentunya hal ini perlu diperhatikan oleh Pemerintah pusat maupun Pemerintah daerah.

 

Potensi dan Permasalahan

Bidang Sarana dan Prasarana

 

No

Masalah

Potensi

Lokasi

1

Belum memiliki kantor Kalurahan dan lembaga Kalurahan yang layak untuk pelayanan masyarakat

Tersedianya tempat untuk sarana perkantoran dan kelembagaan

Kalurahan donokerto

2

Air ke lahan persawahan belum merata maka perlu pembangunan bendungan dan irigasi, karena sektor pertanian di Kalurahan Donokerto cukup besar

 

 

 

 

 

 

 

Tersedianya batu dan pasir Swadaya masyarakat cukup besar

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

3

Perlu pengerasan dan pembangunan jalan:

 

 

Tersedianya material pasir dan kerikil

Swadaya masyarakat cukup besar

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

4

Rehabilitasi dan perbaikan jalan

 

 

Tersedianya material pasir dan kerikil

Swadaya masyarakat cukup besar

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

5

Jalan banyak yang longsor karena belum ada pembuatan ataupun perbaikan talud

Swadaya masyarakat cukup besar

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.

Adanya sumber daya alam batu dan pasir untuk pembangunan

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

6

Prasarana ibadah yang masih kurang baik perlu perbaikan  Masjid/ musholla

 

 

Tersedianya material pasir dan kerikil

Swadaya masyarakat cukup besar

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

 

  1. Bidang Sosial Budaya dan Kelembagaan

Bidang sosial budaya dan kelembagaan dalam penyusunan draft RPJM Kalurahan Donokerto meliputi segala aspek sosial budaya dan kelembagaan yang mendampingi kehidupan masyarakat Kalurahan dalam kesehariannya, lingkungan, dan tradisi. Kalurahan Donokerto merupakan Kalurahan yang penuh dengan keragaman potensi sosial budaya dan kelembagaan. Permasalahan yang ada terkait dengan bidang sosial budaya dan kelembagaan tersebut perlu dipecahkan dan diselesaikan dengan segera.

Banyak tersimpan potensi sosial budaya di Kalurahan Donokerto. Perspektif budaya masyarakat di Kalurahan ini masih sangat kental dengan budaya Jawa. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua Kalurahan di Kabupaten Sleman masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan Jawa yang tercermin dari keberadaan Keraton Kasultanan maupun Pakualaman yang ada di Yogyakarta. Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Di dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Jawa seperti kenduri yang sering dilaksanakan untuk memperingati hari-hari besar Islam maupun peringatan-peringatan lainnya.

Di Kalurahan Donokerto ini terdapat beberapa jenis kesenian daerah yang masih ada sampai sekarang. Kesenian jathilan merupakan salah satu kesenian yang tetap bertahan dari dulu hingga sekarang di daerah Donokerto.

Permasalahan yang ada yang terkait dengan bidang sosial budaya di Kalurahan Donokerto meliputi kurangnya pementasan seni di tingkat padukuhan, kurangnya kesadaran akan partisipasi untuk turut merawat bangunan publik/fasilitas umum, kurangnya minat, terutama generasi muda, akan kesenian lokal dan pemeliharaannya, kurangnya tenaga pengajar untuk TPA.

 

Potensi dan Masalah

Bidang Sosial Budaya

 

No.

Masalah

Potensi

1.

Masih ada kelompok pemuda yang tidak aktif karena kurangnya minat, terutama generasi muda, akan kesenian lokal dan pemeliharaannya

Organisasi kelembagaan sudah baik, misalnya: Perkumpulan PKK, Yasinan, Muda-mudi.

Solidariatas tinggi

Gotong royong bagus

2.

Kurangnya pementasan seni di tingkat padukuhan

Minat masyarakat terhadap kesenian tradisional masih cukup tinggi

Adanya program revitalisasi kebudayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten

 

 

  1. Masalah dan potensi bidang kelembagaan Kalurahan Donokerto

Masalah dan potensi kelembagaan di Kalurahan Donokerto dapat dilihat dari pemberdayaan kelembagaan yang ada di Kalurahan Donokerto, seperti LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan), KPD (Kader Pembangunan Kalurahan) dan PKK. Melalui lembaga-lembaga tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sosial dengan program-programnya. Adapun jumlah pengurus LPMD Kalurahan Donokerto yang tercatat adalah sebanyak 30 orang sedangkan di 16 padukuhan sudah terbentuk kepengurusan LPMD tingkat padukuhan, jumlah Kader Pembangunan Kalurahan (KPD) sejumlah 13 orang, Tim Penggerak PKK sebanyak 34, serta Kader PKK sebanyak 59 orang.

Permasalahan yang ada yang terkait dengan bidang kelembagaan di Kalurahan Donokerto meliputi masih ada kelompok pemuda yang tidak aktif, SDM pengurus kelembagaan yang masih rendah serta tidak semua pengurus aktif, kurang terkoordinasikannya kerjasama antar RT / RW, organisasi pemuda kepengurusannya kurang jelas, kegiatan banyak yang langsung diselenggarakan di RT masing-masing, kurangnya ilmu mengenai kelembagaan, dan organisasi PKK ada yang masih pasif.

Dari berbagai permasalahan sosial, budaya dan kelembagaan, permasalahan yang diangkat menjadi prioritas adalah permasalahan yang paling banyak ditemukan di padukuhan di Kalurahan Donokerto, yaitu kurangnya minat, terutama generasi muda, akan kesenian lokal dan pemeliharaannya. Permasalahan prioritas tersebut berada di padukuhan Bandaran,Turi,Gabugan, Surodadi, Kenaruhan, Gading kulon, Gading wetan, dan Klegung. Berikut tabel rincian permasalahan dan potensi di bidang sosial, budaya dan kelembagaan di Kalurahan Donokerto beserta lokasinya:

 

 

Masalah dan potensi

Bidang kelembagaan

 

No.

Masalah

Potensi

1

–                 Pola kerja perangkat Kalurahan belum maksimal dan kurangnya tenaga staf yang membantu sekretariat

Perangkat ada, tanah kas Kalurahan untuk tunjangan staf ada, SDM perangkat cukup

2

      Belum pernah ada peraturan Kalurahan inisiatif dari BPD dan kelengkapan kantor kurang

Jumlah anggota lengkap SDM cukup, biaya ada

3

Kepengurusan LPMD tidak nampak kegiatannya karena belum adanya biaya operasional dan sarana prasaran belum ada.

Pengurus Kalurahan dan padukuhan lengkap

4

Bantuan operasional RT/RW masih terlalu kecil

Kepengurusan lengkap, kinerjanya bagus, dana operasional dari Kabupaten untuk ditambah

5

Bantuan operasional untuk kegiatan ibu-ibu PKK masih kurang jadi kegiatannya tidak nampak.

Kepengurusan lengkap, adanya dana operasional dari Kabupaten

6

Akhir-akhir ini kegiatan Karang Taruna tidak nampak karena kelengkapan kerja dan bantuan operasional masih kurang

Kepengurusan lengkap Komputer, ATK, meja tulis ada Dana operasional dari Kabupaten

7

Jadwal pertemuan Gapoktan  tidak menentu karena sarana prasarana belum ada dan modal usaha tidak punya.

Kepengurusan lengkap, ada kegiatan Membuat proposal.

8

KUD belum bisa memfasilitasi Masyarakat khususnya petani

Pengurus lengkap, Kantor strategis, Adanya program kepelatihan, Adanya suntikan modal usaha

9

Banyaknya tunggakan hutang di BKM, karena biaya operasional masih minim dan kekurangan tenaga, minimnya permodalan, apalagi prasarana kantor belum lengkap

Pengelola ada, Komputer 1 unit, Adanya acara studi banding, Anggota ada,

10

Biaya operasional untuk LINMAS masih minim, kurangnya pembinaan dan kepelatihan akibatnya kegiatan tidak teratur.

Seragam lengkap, Adanya subsidi dana dari Kabupaten

11

Kinerja FKPM belum mantap karena kurangnya sarana prasarana dan tidak adanya dana operasional

Kepengurusan ada Pembina dari Polri ada Kemauan masyarakat tinggi Meminimalisir tindak kriminal

12

Pokdartibnah, Terlalu tingi biaya pengurusan sertifikat tanah, dan juga terbatasnya pengetahuan tentang pertanahan

Lembaga ada, adanya proyek sertifikasi masal dari pemerintah, subsidi biaya pengurusan.

 

  1. Bidang Sosial Kependudukan

Perencanaan merupakan aspek penting dalam pembangunan. Perencanaan yang baik tentunya membutuhkan berbagai data untuk menjelaskan kondisi dari suatu wilayah termasuk didalamnya data mengenai kondisi sosial di wilayah tersebut. Data sosial dalam hal ini terkait dengan kondisi kependudukan baik berupa ketenagakerjaan, mata pencaharian, kesejahteraan penduduk, kualitas penduduk maupun beberapa hal yang masih terkait. Penggalian potensi dan masalah dalam bidang sosial di Kalurahan Donokerto sebagaimana yang telah dijelaskan didalam metode diperoleh melalui indentifikasi di lapangan.

Permasalahan yang paling banyak dirasakan dalam bidang sosial yakni upaya pekerja rendah dan pengangguran tinggi serta pendapatan perkapita masih rendah. Selain itu terdapat beberapa permasalahan lain yang juga banyak dirasakan di beberapa dusun yakni terkait dengan mata pencaharian penduduk serta sumberdaya manusia yang ada.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa permasalahan utama dalam bidang sosial kependudukan di Kalurahan Donokerto yakni pengangguran yang cukup tinggi. Pengangguran yang ada dapat disebabkan oleh kurangnya keahlian ataupun dikarenakan tidak adanya kemauan untuk bekerja. Tentunya hal ini menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Pengangguran dapat menjadi beban masyarakat dan dikhawatirkan dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

         Meskipun demikian permasalahan ini bukan tidak dapat dipecahkan. Kalurahan Donokerto kaya akan sumberdaya alam yang potensial untuk dikembangkan. Dengan semangat wirausaha dan kreativitas, sumberdaya alam yang ada dapat dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja baru. Selain itu adanya bantuan pinjaman modal dari BKM, koperasi dan instansi lainnya bagi masyarakat yang akan melakukan usaha merupakan solusi bagi mereka yang terkendala masalah modal.

Dalam hal ini pemerintah Kalurahan juga memfasilitasi melalui program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait. Untuk lebih jelasnya berbagai permasalahan dan potensi  dalam bidang sosial di Kalurahan Donokerto dapat dilihat pada tabel berikut ini :

 

Potensi dan Permasalahan

Bidang Sosial Kependudukan

 

No

Permasalahan

Potensi

Lokasi

1.

Pendapatan perkapita yang masih rendah, sehingga sebagian masyarakat sangat mengharap bantuan dari Pemerintah, karena sebagian masyarakat belum bisa untuk mencukupi kebutuhan baik primer maupun sekunder dengan kategori layak.

Adanya bantuan pinjaman modal dari BKM, koperasi dan instansi lainnya bagi masyarakat yang akan melakukan usaha

Semangat masyarakat untuk gotong royong tinggi

Kebersamaan dan kekompakan masyarakat tinggi.

Jumlah penduduk usia produktif yang cukup tinggi

Banyaknya lapangan pekerjaan di luar Donokerto, terutama di daerah perkotaan Yogyakarta

Adanya kegiatan/proyek padat karya yang diselengarakan oleh pemerintah

 

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

2.

Upah pekerja rendah dan

Pengangguran tinggi

Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait

Tersedianya bangunan dan tempat yang cukup luas untuk usat kegiatan pelatihan

Angkatan kerja yang ada tidak pilih-pilih untuk bisa berkarya

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, BMT, dan lembaga lainnya untuk modal usaha.

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

3.

Sebagian besar mata pencaharian warga ialah sebagai buruh utamanya buruh  tani,

 

Adanya bantuan pinjaman modal dari BKM, koperasi dan instansi lainnya bagi masyarakat yang akan melakukan usaha

Adanya penyuluhan pelatihan kerja dari kelurahan dan dinas terkait

Lahan pertanian di wilayah Kalurahan Donokerto luas dan berpotensi untuk dikembangkan secara mandiri

 

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

4.

Jumlah pengangguran masih banyak,

Adanya bantuan pinjaman modal dari BKM, koperasi dan instansi lainnya bagi masyarakat yang akan melakukan usaha

Adanya penyuluhan pelatihan kerja dari kelurahan dan dinas terkait

Tersedianya lapangan kerja yang dapat dilakukan secara wirausaha dan swasta

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

5.

Skill/ keterampilan ibu rumah tangga masih rendah

Terdapatnya kader penyuluh PKK di tingkat padukuhan

Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait

Tersedianya bangunan dan tempat yang cukup luas untuk usat kegiatan pelatihan

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, BMT, dan lembaga lainnya untuk modal usaha.

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

6.

Sebagian besar penduduk ialah penduduk miskin (penerima BLT)

Turunnya angka kemiskinan di Donokerto

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

 

 

  1. Bidang Ekonomi Produktif

Perencanaan pembangunan sudah selayaknya dicanangkan secara komprehensif mencakup segala bidang. Untuk itu penting pula bagi berbagai pihak terkait dalam proses perencanaan memperhatikan potensi dan permasalahan yang terjadi di wilayahnya terkait bidang ekonomi masyarakat. Dengan mengetahui potensi dan permasalahan dalam bidang ekonomi maka diharapkan dapat disusun upaya pemecahan masalah sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.

         Permasalahan yang paling banyak dirasakan dalam bidang ekonomi produktif di Kalurahan Donokerto antara lain masih adanya pengangguran dan permasalahan modal. Selain itu ada satu permasalahan yang sudah selayaknya menjadi perhatian bersama yakni aktivitas menangkap ikan dengan cara disetrum Oleh karena itu diperlukan tindakan yang tepat agar mata pencaharian penduduk tidak hilang dan lingkungan tetap terjaga kelestariannya.

Untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi berbagai permasalahan yang ada maka sebenarnya terdapat berbagai potensi yang dapat dioptimalkan. Potensi yang ada di Kalurahan Donokerto terutama dengan luasnya lahan pertanian dan peternakan di Kalurahan Donokerto untuk di kelola, adanya bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik. Selain berbagai permasalahan dan potensi yang telah disebutkan diatas, terdapat berbagai permmasalahan dan potensi lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

                                                                                                         

Potensi dan Permasalahan

Bidang Ekonomi Produktif

 

No.

Masalah

Potensi

Lokasi

1.

Terbatasnya dana untuk pembuatan kesekretariatan UKM dan kelompok tani

 

 

 

 

Kegiatan di tiap-tiap dusun sudah terjadwal dan sudah rutin dilakukan

Minat membuka usaha dan wiraswasta tinggi

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik

Banyak kegiatan peternakan yang dilakukan dalam skala rumah tangga.

Ada perkumpulan tani (Tunas Harapan)

Perkumpulan tani mempunyai manfaat yang banyak, seperti adanya penyuluhan dan bantuan bibit sebagai stimulan, yang memberi penyuluhan adalah perwakilan dari dinas pertanian

Terdapat berbagai kegiatan industri kecil

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

2.

Terbatasnya modal usaha

 

Pemberdayaan disektor ekonomi tinggi

Minat membuka usaha dan wiraswasta tinggi

Adanya Program pelatihan dan penyuluhan keterampilan dan motivasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan dan Dinas terkait

 

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

3.

Pupuk untuk pertanian susah didapat

Adanya pemanfaatan hasil dan sisa pertanian dalam bentuk integrated farming system

Adanya teknologi pembuatan sapronak (sarana produksi ternak) secara mandiri

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, BMT, dan lembaga lainnya

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

4.

Intensitas penyuluhan pertanian yang masih jarang

Terdapatnya kelompok tani dn peternak sebagai fasilitator utama pengadaan penuluhan pertanian

Tersedianya tenaga penyuluh di tingkat Kapanewon

Kalurahan Donokerto

5.

Terbatasnya dana dan modal usaha yang dimiliki untuk melakukan kegiatan pertanian, peternakan, dan ekonomi produktif lainnya

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, BMT, dan lembaga lainnya

Jalinan kerjasama dengan perusahaan besar(nasioanal) sebagai mitra binaan.

Kelompok ternak yang aktif dalam melakukan kegiatan

Adanya pemanfaatan hasil dan sisa pertanian dalm bentuk integrated farming system

Jalinan kerjasama dengan perusahaan besar(nasioanal) sebagai mitra binaan

. Pemberdayaan disektor ekonomi tinggi

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

6.

Keterampilan dan skill yang terbatas dari masyarakat, terutama dalam kewirausahaan

Jumlah penduduk usia produktif tinggi

Tingkat pendidikan warga masyarakat yang cukup tinggi (rata-rata tamatan SMU)

Adanya pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kalurahan bekerjasama dengan dinas-dinas terkait.

Minat membuka usaha dan wiraswasta tinggi

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

7.

Pendapatan dari sektor pertanian rendah karena biaya produksi yang semakin tinggi

Adanya fasilitas kredit dan pinjaman dari koperasi, pemerintah, BMT, dan lembaga lainnya

Jalinan kerjasama dengan perusahaan besar(nasioanal) sebagai mitra binaan.

Kelompok ternak yang aktif dalam melakukan kegiatan

Adanya pemanfaatan hasil dan sisa pertanian dalm bentuk integrated farming system

Adanya teknologi pembuatan sapronak (sarana produksi ternak) secara mandiri

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

8.

Pengelolaan limbah hewan ternak belum begitu diperhatikan dan kandang kelompok tidak layak pakai

 

swadaya masyarakat cukup besar

lahan yang tersedia cukup luas

Bantuan dana dari pemerintah Kalurahan, BKM, dan PNPM Mandiri yang sudah tersalur dengan baik.

Adanya sumber daya alam batu dan pasir untuk pembangunan

Surodadi

Donoasih

Gondang

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Dukuh

Jomboran

9.

Jenis pekerjaan masyarakat mayoritas musiman sehingga banyak KK yang tidak tetap pendapatannya  dan Penghasilan rata-rata masyarakat tersebut masih dibawah UMR

 

Lahan dapat ditanami sayur sayurandan palawija

Tingginya minat masyarakat tentang wiraswasta

Perkumpulan tani mempunyai manfaat yang banyak, seperti adanya penyuluhan dan bantuan bibit sebagai stimulan, yang memberi penyuluhan adalah perwakilan dari dinas pertanian

Terdapat berbagai kegiatan industri kecil

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

 

10.

Keterbatasan modal dari warga sehingga belum mampu memciptakan usaha sendiri

Keinginan masyarakat untuk bekerja sangat tinggi

Surodadi Karanganyar Randusongo

Gabugan

Dukuh

Donoasih

Gondang

Jomboran

Kenaruhan

Gadingkulon

Gadingwetan

Klegung

Turi

Ngemplak

Balong

Bandaran

 

  1. Penentuan Peringkat Masalah

 

Dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Kalurahan Donokerto, setelah data diidentifikasi dan dikelompokkan dalam enam bidang yaitu bidang pendidikan, kesehatan lingkungan, sarana dan prasarana, ekonomi produktif, sosial kependudukan dan sosial budaya kelembagaan, metode selanjutnya yang digunakan untuk membuat RPJM Kalurahan yaitu pengelompokan dan penentuan peringkat masalah.

Dalam pengelompokan dan penentuan peringkat masalah, data yang sudah diidentifikasikan dalam tabel sebelumnya di bakukan dan jumlah permasalahan di kelompokkan berdasarkan prioritas dan tingkat urgensi suatu permasalahan tersebut, kemudian tiap masalah di scoring dengan cara penilaian dengan menggunakan angka skala, angka skala 1 merupakan angka skala yang paling kecil, hal ini dapat diartikan bahwa tingkat intensitas permasalahan sangat kecil, sedangkan angka lima pada tabel merupakan angka yang paling tinggi. Hal ini berarti bahwa suatu permasalahan dengan tingkat skala 5 memiliki intensitas yang sangat tinggi. Sedangkan variabel klasifikasi identifikasi yang digunakan dalam scoring yaitu dirasakan oleh banyak orang yang merasakan, tingkat keparahan, menghambat tingkat pendapatan, sering terjadi, dan tersedia potensi untuk memecahkan masalah.

Dari kelima variabel tersebut, angka scoring dijumlahkan untuk mendapatkan peringkat. Masalah dengan jumlah skoring yang paling tinggi akan mendapatkan prioritas pertama, hal ini dapat diartikan bahwa masalah dengan peringkat kecil (1, 2, 3, …) di identifikasikan dalam masalah dengan prioritas yang sangat penting dan perlu menadapat perhatian yang lebih intens. Tingkat intensitas dan penentuan peringat juga dipengaruhi oleh jumlah dusun yang terdapat dalam permasalahan tersebut. Dari data dapat diidentifikasikan dalam 43 macam permasalahan yang ditemukan di lapangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No

Penentuan Peringkat Masalah

 

Masalah

Dirasakan

Oleh Banyak

Orang

Sangat

parah

Menghambat

Peningkatan

Pendapatan

Sering

Terjadi

Tersedia

Potensi Untuk

Memecahkan

Masalah

Jumlah Nilai

Urutan

Peringkat

1

2

3

4

5

6

7

8

9

 

1

Belum memiliki kantor Kalurahan dan lembaga Kalurahan yang layak untuk pelayanan masyarakat

5

5

4

5

5

24

1

2

Kurang biaya untuk kuliah/ meneruskan ke perguruan tinggi akibatnya hampir seluruh warga masyarakatnya berhenti di SMA yang mengakibatkan:

Tidak adanya keahlian khusus

Sulit mendapat pekerjaan

Kurang efektifnya masa pendidikan karena mata pencaharian setelah mereka lulus SMA hanya sebagai petani

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

20

 

 

 

 

 

3

3

Biaya sekolah cukup tinggi, walaupun sudah ada BOS tetapi biaya-biaya pembangunan sekolahan kadang masih ada yang dibebankan kepada siswa/Wali murid, apalagi kemampuan masyarakat yang masih tergolong dalam tingkat ekonomi yang rendah

3

2

3

2

2

12

11

4

sebagian warga yang masih buta huruf

2

1

1

1

1

6

18

5

Beberapa rumah belum memiliki tempat pembuangan dan peresapan limbah + sampah, sehingga membuangnya di sungai (masyarakat kurang sadar lingkungan)

 

2

2

1

1

2

8

15

6

Minimnya kesadaran masyarakat akan lingkungan yang sehat

2

1

1

1

1

6

19

7

Biaya kesehatan mahal

 

4

4

3

2

3

16

6

8

Air ke lahan persawahan belum merata maka perlu pembangunan bendungan dan irigasi, karena sektor pertanian di Kalurahan Donokerto cukup besar

 

3

2

4

2

4

15

8

9

Perlu pengerasan dan pembangunan jalan.

2

1

1

1

1

6

20

10

Rehabilitasi dan perbaikan jalan

2

1

1

1

1

6

27

11

Butuhnya pembangunan jembatan baru dan perbaikan jembatan yang sudah tidak layak, sebagai pemasaran usaha, transportasi

2

1

1

1

1

6

21

12

Jalan banyak yang longsor karena belum ada pembuatan ataupun perbaikan talud

2

1

1

1

1

6

22

13

Prasarana ibadah yang masih kurang baik perlu perbaikan  Masjid/ musholla

2

1

1

1

1

6

23

14

Masih ada kelompok pemuda yang tidak aktif karena kurangnya minat, terutama generasi muda, akan kesenian lokal dan pemeliharaannya

2

1

1

1

1

6

24

15

Kurangnya pementasan seni di tingkat padukuhan

2

1

1

1

1

6

25

16

–         Pola kerja perangkat Kalurahan belum maksimal dan kurangnya tenaga staf yang membantu sekretariat

–          

–                  

4

1

4

2

3

14

9

17

        Belum pernah ada peraturan Kalurahan inisiatif dari BPD dan kelengkapan kantor kurang

2

1

1

1

1

6

26

18

Kepengurusan LPMD tidak nampak kegiatannya karena belum adanya biaya operasional dan sarana prasaran belum ada.

2

1

1

1

1

6

28

19

Bantuan operasional RT/RW masih terlalu kecil

3

2

2

1

3

11

12

20

Bantuan operasional untuk kegiatan ibu-ibu PKK masih kurang jadi kegiatannya tidak nampak.

2

1

1

1

1

6

29

21

Akhir-akhir ini kegiatan Karang Taruna tidak nampak karena kelengkapan kerja dan bantuan operasional masih kurang

2

1

1

1

1

6

30

22

Jadwal pertemuan Gapoktan  tidak menentu karena sarana prasarana belum ada dan modal usaha tidak punya.

2

1

1

1

1

6

31

23

KUD belum bisa memfasilitasi Masyarakat khususnya petani

2

1

1

1

1

6

32

24

Banyaknya tunggakan hutang di BKM, karena biaya operasional masih minim dan kekurangan tenaga, minimnya permodalan, apalagi prasarana kantor belum lengkap

2

3

1

2

2

10

13

25

Biaya operasional untuk LINMAS masih minim, kurangnya pembinaan dan kepelatihan akibatnya kegiatan tidak teratur.

4

1

2

1

1

9

14

26

Kinerja FKPM belum mantap kearena kurangnya sarana prasarana dan tidak adanya dana operasional

2

1

1

1

1

6

33

27

Pokdartibnah, Terlalu tingi biaya pengurusan sertifikat tanah, dan juga terbatasnya pengetahuan tentang pertanahan

4

1

4

2

2

13

9

28

Pendapatan perkapita yang masih rendah, sehingga sebagian masyarakat sangat mengharap bantuan dari Pemerintah, karena sebagian masyarakat belum bisa untuk mencukupi kebutuhan baik primer maupun sekunder dengan kategori layak.

5

3

4

4

5

21

2

29

Upah pekerja rendah dan

Pengangguran tinggi

2

1

1

1

1

6

34

30

Sebagian besar mata pencaharian warga ialah sebagai buruh utamanya buruh  tani,

2

1

1

1

1

6

35

31

Jumlah pengangguran masih banyak,

2

1

1

1

1

6

36

32

Skill/ keterampilan ibu rumah tangga masih rendah

2

1

1

1

1

6

37

33

Sebagian besar penduduk ialah penduduk miskin (penerima BLT)

2

1

1

1

2

7

16

34

Terbatasnya dana untuk pembuatan kesekretariatan UKM dan kelompok tani

2

1

1

1

1

6

38

35

Terbatasnya modal usaha

2

1

1

1

1

6

17

36

Pupuk untuk pertanian susah didapat

2

1

1

1

1

6

39

37

Inte

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *